kalau malam yang terang langitnya, bintang sekilas pandang, aku tahu mana
duduknya tempat si bintang hati. tapi bila sang awan menebal, kabus
malam membungkam alam, cahanya lembut tersebar membentuk
circumferencenya.
yang aku ingin lihat, bintang, bukan awan, bukan
kabus, aku tahu, disebalik awan, kabus yang tebal, bintang itu sama
seperti yang aku lihat ia masa yang lalu. betulkan bintang ?
mungkin esok
kalau aku tunggu, untuk melihat kerdipan cahaya kamu, yang memberi signal seolah
olah, kamu tahu itu aku yang selalu memerhatikan kerlipanmu, bintang
favorit ku.
aku percaya, kalau aku hilang, tak nampak bayang, ia masih di situ, tak bergarit pergi tak bergantung harap untuk aku tenungnya lagi. ia kekal, bergarit tidak, apa pun tidak, setia.